Cahayasaga Clinic & Diagnostic Center

Pemeriksaan Lab yang berhubungan dengan Demam



Apakah Demam Itu ?

Demam merupakan reaksi pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya benda asing ke dalam tubuh.
Demam merupakan salah satu gejala penyakit, jadi harus diketahui penyakit yang mengakibatkan demam untuk menentukan pengobatannya.
gejala-gejala lain yang mengikuti demam: sakit kepala, mual-muntah, nyeri otot, dehidrasi dsb.

berapakah suhu tubuh yang termasuk demam?

  • Pengukuran demam dilakukan dengan Termometer yang dipasang di ketiak ataupun dubur.
  • Temperatur Normal :36o – 37,4o C
  • Sub Febris : 37,5o-38,4o C
  • Febris/Panas : > 38,5o C

    Demam Berarah Dengue

  • Penyebab : Virus Dengue
  • Penularan : Nyamuk Aedes Aegypty

    Gejala : Menurut Kriteria WHO

  • Panas dengan onset (waktu kejadian) yang ikut, tinggi, dan menetap 2-7 hari
  • Manifestasi perdarahan, termasuk uji torniquet positif
  • Hepatomegali
  • Syok dengan manifestasi nadi yang cepat dan lemah dengan tekanan nadi yang sempit (20 mmhg atau kurang), atau adanya hipotensi, akral dingin (gelisah)
  • Kriteria LAB: Trombosit < 100.000
    Hemokonsentrasi : terdapat kenaikan hct/pcv > 20% pada masa akut dengan masa penyembuhan

  • Penyakit Tifus/Typhoid

  • Penyebab : Bakteri Salmonella typhi, Paratyphi A,B,C
  • Penularan : Fecal=oral, yaitu melalui makanan/minuman yang terkontaminasi oleh Bakteri Salmonella Typhi

    Apakah Gejala Tifus?

  • Pada Minggu pertama, Keluhan dan gejala menyerupai penyakit infeksi pada umumnya seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, diare pada anak-anak atau sulit buang air besar pada orang dewasa, suhu tubuh meningkat terutama sore dan malam hari.
  • Pada minggu kedua, demam yang tinggi terus-menerus, nafas berbau tak sedap, bibir sering pecah-pecah, lidah ditutupi selaput putih kotor, pembesaran hati dan limpa dan timbul rasa nyeri bila diraba, perut kembung. penderita nampak sakit berat, disertai gangguam kesadaran dari yang ringan, acuh tak acuh (apatis), sampai berat (koma). Kompilasi penyakit ini dapat mengakibatkan pendarahan, kebocoran usus, infeksi selaput usus, renjatan bronkopnemia (peradangan paru) dan kelainan di otak.